3

Moms, Lakukan Ini Jika Ingin Bekerja Setelah Punya Anak

Bag / March 31, 2020

Agar si buah hati merasa tetap diperhatikan, sebaiknya Anda membuat ruang kerja yang dekat dengan mereka. Ingatlah, setiap kali Anda mulai merasa khawatir, panik, cemas, ataupun gelisah karena keadaan pandemi ini, tarik napas dan kontrol emosi sebaik mungkin. Meski situasi di luar sana sedang tidak kondusif, Anda harus tetap fokus untuk menciptakan momen-momen menakjubkan bersama keluarga di setiap harinya. Pasalnya, emosi bisa lebih menular dan berbahaya ketimbang virus corona yang sedang merajalela di luar sana.

Meski demikian, pria satu ini sama sekali tidak meninggalkan anaknya. Memang, banyak yang menyayangkan ketika si ayah membawa anaknya ke tempat kerja yang begitu banyak debu. Namun, tak sedikit pula yang kagum pada semangat kerja dan tanggung jawab sang ayah.

Bekerja sambil mengasuh

Kamu mungkin bisa meluangkan waktu di pagi hari sebelum kerja untuk mengurus kebutuhan anak. Kamu bisa memandikan atau menyiapkan sarapan untuk anak, kemudian lanjut bekerja. Sembari kerja, kamu juga bisa mengawasi aktivitas anak dalam satu waktu. Jika anak kamu sudah sekolah, mereka mungkin sudah bisa mengatur dirinya sendiri, setidaknya untuk sebagian tugas. Tapi, jika masih balita, kamu butuh bantuan orang lain untuk mengasuhnya. Demikian menurut survei terbaru yang dirilis oleh Glassdoor terhadap 1.000 karyawan di Amerika Serikat.

Untuk menjalankan bisnis ini bisa dilakukan secara online dan tidak perlu meninggalkan rumah karena bisa dikerjakan secara online. Walaupun bisnis makanan ringan ini sudah sangat menjamur, ternyata masing-masing varian memiliki penggemar masing-masing. Jadi, bisa dipastikan bahwa hampir semua jenis camilan laris di pasar Indonesia, tinggal bagaimana cara memasarkannya saja. Peluang bisnis sepatu bayi dan anak memang cukup menjanjikan.

Seperti orangtua berikut ini, yang rela menggendong dan membawa anak mereka ikut ke tempat mereka mencari nafkah. Namun, banyak para orangtua yang kebingungan untuk menempatkan anak mereka saat bekerja. Mulai dari memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti makanan, pakaian, mencicil rumah untuk tempat tinggal, hingga kebutuhan lain yang menunjang keberlangsungan hidup sebuah keluarga.

Terkait daftar tugas pencarian kerja, penting untuk memisahkan apa yang harus Anda lakukan sekarang dari tugas yang kurang penting. “Sangat mudah untuk melewatkan e-mail dan melewatkan tenggat waktu pekerjaan karena e-mail pribadi dan profesional Anda bercampur. Tentunya ini membuat ibu bisa cepat kembali bermain dengan anak.

Buatlah jadwal rutinitas untuk Anda dan anak Anda, jadi Anda bisa menentukan kapan bisa bekerja saat Anak Anda tidur. Memiliki rutinitas terstruktur memungkinkan Anda lebih mudah membuat janji temu, menjadwalkan panggilan telepon, atau mengikuti telekonferensi. Jika memungkinkan, susunlah jadwal tersebut bersifat fleksibel sehingga saat anak Anda mengganggu dapat jadwal ulang. Luangkan waktu untuk diri Anda beberapa jam setiap hari untuk keluar dan bekeliling, berjalan-jalan atau menghadiri kegiatan yang direncanakan seperti aktivitas bermain kelompok atau berenang. Yang terpenting, gunakan waktu itu untuk cuci mata atau melihat orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *